Pages

Monday, 21 December 2015

Ibu

IBU. Sepuluh atau lima belas tahun lalu saya hendak menjual sebuah rumah kecil dengan sertifikat atas nama saya sendiri. Saat menghadap notaris untuk membuat akte jual beli, notaris tersebut bertanya, “Istrinya mana pak?” Tanpa bermaksud menentang, saya bertanya balik, “Istri harus ikut tanda tangan?” “Benar. Istri harus ikut menyetujui penjualan ini, karena ia ibu dari anak-anakmu.” Notaris berkata tegas. Saya paham maksud notaris yang juga seorang ibu. Saya tak hendak mengelak atau membela diri. Seorang bapak kala menerima uang apalagi dengan jumlah lumayan banyak bisa berbuat apa saja dari yang baik sampai yang jahat. Namun, seorang ibu akan berpikir panjang….panjang sekali demi kepentingan keluarga dan anak-anaknya. Salut buat para ibu dan calon ibu di hari istimewa ini. (22 December 2015)

No comments:

Post a Comment