Pages
▼
Sunday, 14 December 2014
Pindah
PINDAH. Pohon buah itu sudah cukup besar, namun belum terlihat ada buah-buah baru. Sudah lama ia tumbuh disitu, di pojokan kebun tempat saya bermukim. Maka dengan sebuah rencana bulat penuh harap, saya coba pindahkan dia ke tempat lain. Mula-mula daunnya kelihatan menguning meskipun siraman air tidak pernah lupa saya berikan. Tanah digemburkan dan onak duri saya bersihkan. Tunas-tunas baru mulai kelihatan. Daun-daun kuning, coklat kering rontok berjatuhan, namun daun-daun hijau muda bertumbuhan di sana-sini. Harapan pun mengembang makin sempurna. Semaraknya membuat banyak mata yang memandangnya berdecak kagum sambil tersenyum. Bertahun-tahun dia meranumkan buah-buah baru yang dipetik, dimakan, disemaikan lagi. Saat ini pohon buahku memasuki usia yang ke sepuluh tahun. Entah kenapa dia mulai merunduk. Tidak lagi kelihatan segar dan merona. Buah sudah tidak ada, bunga-bunga pun gugur. Apakah tanah sudah tidak membuka diri lagi untuknya? Siraman air masih terus aku coba namun kelihatannya tanpa hasil.
Tampaknya zaman baru harus dimulai. Kepindahannya dahulu dapat membuatnya bersemi dan berbuah, maka mulailah saya mencari tempat-tempat yang cocok dan pas untuknya. Ada penglihatan di pojokan lain yang mungkin dapat membuat pohon buahku bersemi kembali. Tetapi itu masih kemungkinan. Saya belum akan memutuskan. Akan saya tunggu setahun dua tahun lagi, barangkali akan muncul ide baru, pandangan baru, pelajaran baru.
No comments:
Post a Comment