Pages

Tuesday, 23 February 2016

Maaf

MAAF. Saya tersentak kala engkau mengajak jemaat menyebut satu nama yang pernah tersakiti, seiring engkau naikkan Doa Bapa Kami. Tidak ada! Tidak ada satu nama itu kecuali namanya. Orang paling dekat denganku paling sering aku sakiti. Di akhir ibadah, aku terima berkat sulungmu dengan tangan terbuka dan mata berkaca, “Kiranya Allah Tritunggal memberkati engkau dan melimpahi engkau: dengan pelangi di setiap badai; dengan senyuman di setiap air mata; dengan janji di setiap kegalauan; dengan berkat di setiap pencobaan; dengan kehadiran para sahabat dalam setiap pergumulanmu dan dengan jawaban dalam setiap doamu. Hosiana!” Engkau tidak lagi rapuh sobat, meski engkau tetap menganggapnya demikian. (22 February 2016)

No comments:

Post a Comment