Pages
▼
Monday, 7 December 2015
Sukacita
SUKACITA. Kemarin kubaca Mazmur 126. Satu bagiannya terus berdengung dalam kepala hingga sekarang. Ada banyak alasan untuk bergembira, bersukahati, bersukacita. Waktu saya kecil saya akan sangat gembira bila orang tua memberi mainan yang sudah lama saya dambakan. Biasanya karena terlebih dahulu melihat mainan anak lain, dan ingin punya sendiri. Sewaktu remaja, saya akan sangat berbunga-bunga ketika banyak orang memuji kemampuan saya; apakah itu kemampuan untuk memainkan alat musik tertentu atau kemampuan bercerita hingga membuat pendengar melongo. Waktu kuliah saya akan memuji diri sendiri kala melihat hasil ujian mendapat nilai A, meski ada tanda minus di belakangnya sekalipun. Sebagai orang tua muda, saya akan tertawa gembira saat melihat bayi mungilku terkekeh-kekeh geli. Sebagai mahluk spiritual saya akan bersorak gembira bersama Pemazmur: “TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.” (8 December 2015)
No comments:
Post a Comment