Pages

Monday, 14 December 2015

Paradoks

PARADOKS. Kemarin minggu adven ke tiga. Saya duduk di ruang ibadah baris ke dua dari depan. Lilin merah jambu dinyalakan.Senyuman mengembang. Itu lilin sukacita. Berharap akan ada kabar menyenangkan, ada penghiburan. Kenyataannya, petugas justru membuka dengan pernyataan bahwa ada orang-orang yang tidak mampu menikmati sukacita. Ada saja orang yang justru berduka, entah karena relasinya dengan orang lain terganggu, karena ditinggal pergi oleh orang yang dikasihi, sakit atau karena sebab lainnya. Khotbah pun mengalirkan seruan pertobatan dan usaha menghasilkan buah-buah kebenaran. Alat penampi di tangan-Nya bak ancaman. Usaha menggapai sukacita terganjal tuntutan penyesalan. Aduh! Saya gagal menikmati lilin merah jambu. (14 December 2015)

No comments:

Post a Comment