TAAT. Tiga minggu berturut-turut selalu menggema suara pertobatan. Minggu ke empat kemarin dari atas mimbar disodorkan suara bertema ketaatan. Memang begitulah sebenarnya. Ketaatan bukan hal yang konyol. Ketaatan dalam koridor pertobatan adalah hal yang mulia, meski bukan tanpa resiko. Sering ketaatan seperti ini berdiri di luar nalar, maka ketertundukan kepada yang Ilahi menjadi tuntutan awal agar pertobatan-ketaatan berbuahkan kebaikan. Bukan untuk diri sendiri saja, tetapi terutama justru untuk sang lain, mereka yang di luar diri. Semoga ketaatanmu Maria, menular, merasuk ke dalam darah dagingku.
No comments:
Post a Comment