Pages

Tuesday, 4 November 2014

Terusik

TERUSIK. Ada sepenggal kisah dalam Buku Suci. Suatu saat Sang Guru mampir ke sebuah rumah yang dihuni oleh dua perempuan bersaudara. Saat Sang Guru masuk, satu perempuan segera duduk di dekat kaki-Nya dan mendengarkan segala hal yang Ia utarakan, sementara saudaranya sibuk menyiapkan berbagai hal selayaknya tuan rumah yang kedatangan seorang tamu Agung. Dalam percakapan mereka ber tiga, ternyata Sang Guru membenarkan pilihan perempuan yang bersimpuh di dekat kaki-Nya. Mengingat kembali kisah ini, saya kembali terusik dengan pertanyaan apakah duduk bersimpuh di kaki-Nya memang lebih baik daripada menyiapkan makan/minum? Apakah menyiapkan sebuah acara dan mengendalikan agar semua hal berjalan baik dan sesuai rencana nilainya lebih rendah ketimbang berdoa dan membaca Buku Suci? Apakah Ia memang lebih suka bicara dan minta kita mendengarkan ketimbang melihat umat ini berbuat sesuatu? Jawablah dalam kegelapan pikiranku.

No comments:

Post a Comment