Pages

Wednesday, 5 November 2014

Doa

DOA. Suatu hari seorang karyawati yang masih sangat muda datang menghadap saya sambil berlinang air mata. “Pak, saya mau bicara.” Demikian dia memulai percakapan. “Silahkan. Ada apakah?” “Saya mau mengundurkan diri pak.” “Kenapa? Apakah pekerjaan tidak cocok untukmu? Apakah ada yang mengganggu?” “Tidak pak. Saya sedih sebenarnya meninggalkan pekerjaan ini.” “Lalu kenapa mau keluar?” “Saya mau jadi pegawai negeri, pak. Mama yang minta.” Saya terdiam sejenak. “Baiklah, tulis surat pengunduran dirimu. Kamu pasti lebih baik di tempat baru itu karena doa ibumu pasti menyertaimu.”

No comments:

Post a Comment