Pages

Thursday, 2 June 2016

Pagi

PAGI. Jalan tikus yang ku lalui setiap pagi memang sempit. Hanya cukup untuk satu mobil dan satu motor saja. Pagi tadi saat mobilku mendekati ujung jalan tikus, terlihat seorang nenek tua berdiri merapatkan badannya ke dinding sebuah rumah sambil tangannya menggapai tak jelas. Saya menduga ia ingin menyeberang, maka saya perlambat laju mobil sampai se lambat-labatnya. Nenek itu bergeming dan tangannya tetap melambai-lambai. Akhirnya saya putuskan untuk berhenti total. Ku beri isyarat mempersilakan nenek itu lewat. Motor paling depan yang berlawanan arah denganku juga memberi isyarat kepada kawan-kawannya untuk menghentikan kendaraannya. Ku lihat nenek itu melangkah gontai ke sisi jalan yang lain. Setelah saya melihat posisinya aman, saya mulai menjalankan mobil. Ujung mataku melirik pemotor di depan, dia pun melirik ke arahku. Kami sama-sama tersenyum. Pagi yang indah. (1 June 2016)

No comments:

Post a Comment