Pages
▼
Tuesday, 1 September 2015
Berani
BERANI. Waktu saya masih duduk di Sekolah Dasar, saya banyak diajari peribahasa Bahasa Indonesia. Salah satu yang selalu ditekankan oleh guru adalah “Berani karena benar, takut karena salah.” Waktu itu saya sama sekali tidak berpikir kebenaran manakah yang harus dijunjung. Bagi anak SD itu tidak terlalu penting. Apa yang diajarkan guru di sekolah adalah kebenaran. Sekarang ini, 40 tahun kemudian, segalanya berubah. Kebenaran tumpang tindih antara yang subyektif dan yang kolektif. Bahkan yang benar bisa kena hukum sementara yang salah justru bebas. Senada dengan peribahasa masa kecilku, Petrus, dalam salah satu suratnya menegaskan bahwa kebenaran pertama dan utama yang perlu diresapkan adalah kebenaran mutlak dari-Nya. Tidak perlu takut memegang kebenaran ini, “Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa?” (1 September 2015)
No comments:
Post a Comment