Pages

Friday, 15 May 2015

Pergi

PERGI. Dua kali para murid ditinggal pergi Gurunya, namun dampak yang ditimbulkan sungguh berbeda. Kepergian sang Guru yang pertama membawa kecemasan dan ketakutan. Para murid berkumpul secara tertutup, pintu terkunci rapat. Berbicarapun barangkali berbisik. Namun, kepergian sang Guru yang ke dua justru membawa sukacita dan semangat. Secara fisik Guru mereka tidak hadir, namun Roh-Nya melingkupi kehidupan mereka, bahkan semua orang yang mau percaya. Guru tentu tidak pergi tanpa pesan. Jauh-jauh hari Ia telah mengatakan bahwa Ia akan pergi menyediakan tempat bagi murid-murid-Nya, orang-orang yang percaya. Ia juga tidak pergi begitu saja, sebab kepergian-Nya akan digantikan oleh sang Penghibur, sang Penolong. Itulah kabar baik bagi saya dan kita semua yang percaya. Namun Ia juga berpesan agar kabar baik itu jangan jadi milik kita saja, tetapi bagikan kepada sebanyak-banyaknya orang hingga ke ujung dunia. Terakhir sang Guru juga berpesan bahwa Ia akan datang kembali sebagai Hakim yang sungguh adil, memisahkan antara domba dan kambing; gandum dan ilalang. Kapan tidak ada yang tahu. Namun sejauh saya sanggup dan dengan tulus hati melakukan apa yang Guru perintahkan dan ajarkan, kapan waktu kedatangan-Nya kembali tidaklah penting. (14 May 2015)

No comments:

Post a Comment