Pages
▼
Sunday, 30 November 2014
Siap
SIAP. Dulu waktu sekolah, khususnya saat duduk di bangku SMP saya selalu punya dua cara duduk. Bila segala pekerjaan rumah sudah dikerjakan dengan mantap, juga siap menghadapi guru yang senang menunjuk murid untuk mengerjakan soal di papan tulis bergiliran namun acak, saya akan duduk di depan; berharap dilihat guru dan diberi tugas ke depan. Sebaliknya ketika PR belum dikerjakan dan tidak siap ditunjuk ke depan, saya akan duduk di belakang atau di pojok, sedikit sembunyi di balik anak yang badannya lebih besar, kadang bahkan sambil ngebut mengerjakan PR yang belum dibuat. Kemarin sang pengkhotbah menantang jemaat apakah siap menghadapi Sang Guru yang pada waktu datang bukan hanya membawa domba-domba-Nya ke perjamuan, tetapi juga membuang kambing-kambing ke pembakaran.
No comments:
Post a Comment