Hari ke-5
Bacaan leksionari hari ini diambil dari Hosea 6:1-6 dan 1 Tesalonika 1:2-10. Nampaknya, para penyusun leksionari memang sengaja mengkontraskan dua bacaan itu. Hosea bicara mengenai pertobatan uman Allah yang ternyata ditolak! Karena pertobatan mereka penuh kepura-puraan. Kalimat-kalimat pertama pasal 6 ini mengindikasikan ketiadaan penghormatan kepada Allah. Seolah-olah pertobatan adalah hal sepele. Gampangan.
Sementara itu, jemaat Tesalonika sangat berkebalikan dengan apa yang dicatat oleh Hosea. Jemaat asuhan Paulus ini justru memberikan suka cita besar kepada Allah dengan pimpinan Roh Kudus. Tentu suka cita itu juga hadir dalam diri Paulus juga. Jemaat Tesalonika tidak perlu membuat kesaksian atas pelayanan mereka, sebab orang lain sudah mengatakannya. Jemaat Tesalonika telah menjadi teladan dan saksi hidup bagaimana bertobat, kembali ke jalan yang benar dan hidup dalam kasih karunia Tuhan.
Dari ke dua bacaan itu kita dapat belajar bahwa sesungguhnya Allah tidak menginginkan persembahan kita, korban bakaran kita. Allah menyukai kasih setia ketimbang korban sembelihan, dan pengenalan akan Allah ketimbang korban bakaran (Hosea 6:6). Sementara itu melalui jemaat Tesalonika kita belajar menjadi saksi yang hidup, menjadi teladan yang benar. Allah menunggu hal-hal itu mewujud dalam kehidupan kita: menunjukkan kasih setia, berusaha terus menerus mengenal Allah dan hidup menjadi teladan bagi sesama.
No comments:
Post a Comment