Pukul tiga pagi
Kelap-kelipmu kembali menerobos masuk jendela kamarku.
Ah...seandainya engkau dapat bicara,
Akan ku urai segala gundah dalam hati.
Pukul tiga pagi
Kelap-kelipmu menyapa lembut.
Ingin aku bertanya banyak hal
Mencari jawab dalam berjuta tahun hidupmu Bagaimanakah anak manusia mesti melangkah?
Pukul tiga pagi
Kelap-kelipmu memang untukku.
Penciptamu dan Penciptaku
Tetap ada dan terjaga
Sekarang dan sampai nanti.
No comments:
Post a Comment