Selamat Datang
Salam damai sejahtera dari kami untuk para pembaca sekalian. Blog ini mulai kami buat di awal tahun 2010 dengan tema Melangkah Bersama Tuhan. Nama Blog ini sesuai dengan harapan dan komitmen kami untuk menjalani tahun 2010 bersama dengan Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, dan menciptakan manusia sebagai umat kemuliaan-Nya.
Kami akan menyajikan renungan-renungan yang kami buat sendiri berdasarkan pengalaman pribadi, pendengaran dari orang lain yang diolah, maupun dari bacaan-bacaan yang kami dapat.
Selamat membaca, dan semoga membawa berkat bagi Anda semua.
Salam dari kami,
Julianto Djajakartika
Kami akan menyajikan renungan-renungan yang kami buat sendiri berdasarkan pengalaman pribadi, pendengaran dari orang lain yang diolah, maupun dari bacaan-bacaan yang kami dapat.
Selamat membaca, dan semoga membawa berkat bagi Anda semua.
Salam dari kami,
Julianto Djajakartika
Monday, 19 October 2015
Getar
GETAR. Sudah beberapa minggu ini hati saya selalu bergetar kala bersama anak didik melantunkan lagu “Bapa Trima Kasih” untuk mengakhiri ibadah anak. Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi – jauh di dalam hati ini. Mulut mungil anak-anak itu mampu menyusupkan getaran kasih Bapa ke dalam sanubari. “Bapa trima kasih… Bapa trima kasih… Bapa di dalam sorga, ‘ku bertrima kasih. Amin…” (18 Oktober 2015)
Tuesday, 1 September 2015
Berani
BERANI. Waktu saya masih duduk di Sekolah Dasar, saya banyak diajari peribahasa Bahasa Indonesia. Salah satu yang selalu ditekankan oleh guru adalah “Berani karena benar, takut karena salah.” Waktu itu saya sama sekali tidak berpikir kebenaran manakah yang harus dijunjung. Bagi anak SD itu tidak terlalu penting. Apa yang diajarkan guru di sekolah adalah kebenaran. Sekarang ini, 40 tahun kemudian, segalanya berubah. Kebenaran tumpang tindih antara yang subyektif dan yang kolektif. Bahkan yang benar bisa kena hukum sementara yang salah justru bebas. Senada dengan peribahasa masa kecilku, Petrus, dalam salah satu suratnya menegaskan bahwa kebenaran pertama dan utama yang perlu diresapkan adalah kebenaran mutlak dari-Nya. Tidak perlu takut memegang kebenaran ini, “Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa?” (1 September 2015)
Wednesday, 19 August 2015
Empati
EMPATI. Di tengah simpang siur berita pagi soal dibukanya kran impor garam, terjadi kecelakaan kecil di dapur kami. Botol tempat garam terjatuh dan pecah berantakan. Saat istri berusaha membersihkan perlahan-lahan ada serpihan kecil yang menusuk jarinya. Sesudah selesai membersihkan, membungkus semua pecahan kaca besar dan kecil dengan rapi dan aman, ia mencoba mengingatkan diri sendiri untuk memberi tulisan “Awas Kaca” sebelum dibuang ke tempat sampah di luar. Itulah empati. (12 August 2015)
Wednesday, 29 July 2015
Air
AIR. Pagi-pagi saya terbangun karena kandung kemih yang penuh. Sambil mata masih setengah terpejam, saya buang air kecil di kloset rumah, “flushing”, beres. Sesudah minum air secukupnya dan melenturkan otot-otot yang kaku, saya bersiap bab dan mandi. Kejutan pagi hari muncul saat saya memutar tuas kloset…kosong! Tidak ada air. Saya cek keran di bak mandi, mati. Untunglah saya terbiasa meninggalkan bak mandi tetap penuh kecuali akan dikuras. Dalam perjalanan menuju kantor ada berita bahwa kekeringan melanda dimana-mana. Bogor yang terkenal sebagai kota hujan juga kekeringan di beberapa tempat, sementara BMKG meramalkan bahwa musim penghujan baru akan mulai akhir Oktober atau awal November. “Headline” Kompas pagi ini berbunyi “Warga Diminta Menghemat Air.” Pagi ini saya memakai air setengah dari biasanya. (30 July 2015)
Monday, 13 July 2015
Ulang Tahun
ULANG TAHUN. William Carey adalah seorang misionaris muda yang menyambangi India. Waktu itu dia banyak dicemooh oleh teman-temannya. Kata mereka, kalau Tuhan mau mempertobatkan orang di India, Dia dapat melakukannya sendiri tanpa bantuannya! Mereka lupa bahwa seringkali Tuhan mengharapkan peran serta manusia demi terwujudnya Kerajaan Allah di bumi. William Carey tetap berangkat berbekal semangat dan imannya. Itulah pesan yang masuk dalam inboxku pagi ini mengiringi keluarnya mentari pagi. Selamat berhari jadi istriku. Expect great things from God; attempt great things for God, William Carey. (14 July 2015)
Tuesday, 23 June 2015
Sinkron
SINKRON. Sudah beberapa kali istri bertanya begini, “Saat menghadapi kisah sedih orang lain, apakah kita harus menggunakan perasaan atau logika pikiran?” Ya, kami mendengar banyak kisah sedih yang berujung kebutuhan untuk dibantu secara ekonomi. Tadi malam kala istri menanyakan kembali hal yang sama, ia mengambil kesimpulan yang juga saya setujui, bahwa keduanya harus sinkron. Perasaan dan logika cocok, karena bila logika saja yang dipakai, bisa jadi saya akan menjadi monster yang tak berperasaan. Sebaliknya bila perasaan saja yang dipakai, bisa jadi saya akan dibodohi orang yang hanya ingin mengeruk Rupiah dari kantong. Pagi ini saat membuka komputer, seorang kawan mengirim renungan yang mengatakan bahwa Iman bukan Logika. Saya langsung sadar bahwa ada satu lagi yang harus diselaraskan: iman! Artinya, perasaan, pikiran dan iman mestinya sejalan. Saya terdiam cukup lama memikirkannya. Sepertinya saya belum mampu sejauh itu. (24 June 2015)
Wednesday, 17 June 2015
Manusia
MANUSIA. “Saya kan hanya manusia.” Demikian sering saya dengar ucapan seperti itu saat seseorang berbuat salah dan ketahuan. Menjadi manusia memang rentan dengan perbuatan salah. Namun menjadi manusia juga berarti memiliki kekuatan, daya pikir, kemauan untuk melakukan hal yang baik dan benar. Daging ini memang senang dengan perbuatan dosa yang katanya manis tetapi buahnya pahit. Iblis memang pandai menggoda. Tetapi Allah yang telah mengusir dan meremukkan kepalanya telah mencopot juga sengatnya. Oleh karenanya Iblis tak lagi dapat menguasai manusia. Ia hanya menggoda, manusialah yang menentukan pilihan bebasnya. (18 June 2015)
Subscribe to:
Posts (Atom)