Selamat Datang
Salam damai sejahtera dari kami untuk para pembaca sekalian. Blog ini mulai kami buat di awal tahun 2010 dengan tema Melangkah Bersama Tuhan. Nama Blog ini sesuai dengan harapan dan komitmen kami untuk menjalani tahun 2010 bersama dengan Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, dan menciptakan manusia sebagai umat kemuliaan-Nya.
Kami akan menyajikan renungan-renungan yang kami buat sendiri berdasarkan pengalaman pribadi, pendengaran dari orang lain yang diolah, maupun dari bacaan-bacaan yang kami dapat.
Selamat membaca, dan semoga membawa berkat bagi Anda semua.
Salam dari kami,
Julianto Djajakartika
Kami akan menyajikan renungan-renungan yang kami buat sendiri berdasarkan pengalaman pribadi, pendengaran dari orang lain yang diolah, maupun dari bacaan-bacaan yang kami dapat.
Selamat membaca, dan semoga membawa berkat bagi Anda semua.
Salam dari kami,
Julianto Djajakartika
Sunday, 2 November 2014
Perempuan
PEREMPUAN. Dia bukan orang Indonesia sebetulnya, namun dia sangat mencintai Indonesia. ‘Full’ begitu katanya. Dia bukan orang Indonesia namun membaktikan diri secara penuh untuk perempuan Indonesia dalam proses melahirkan. Ia pendiri Yayasan Bumi Sehat. Disini tidak ada kelas. Disini semua pasien diperlakukan sebagai VIP. Ia adalah perempuan berhati lembut. “Sebelum membuka mulut untuk bicara, saya buka hati terlebih dahulu.” demikian dia pernah berujar. Ia adalah Robin Lim, perempuan asal Filipina.
Friday, 31 October 2014
Perempuan
PEREMPUAN. Akhirnya saya tergoda juga melihat siapa dia. Bukan karena dia seorang menteri, bukan pula karena ijazahnya SMP. Bukan karena dia perempuan, bukan pula karena pengusaha sukses. Bahasa tubuhnya menunjukkan bahwa ia ‘orang lapangan’. Namun pengalaman organisasi dan usahanya menunjukkan bahwa kepemimpinannya baik. Lebih dari itu semua dia menghidupi sebuah motto: “Jangan pernah berpikir bahwa dunia akan memberimu tempat istimewa karena kamu seorang perempuan!” Dia adalah SUSI PUDJIASTUTI salah satu Srikandi dalam Kabinet Kerja.
Wednesday, 29 October 2014
Kupu-kupu
kubuka pintu pagi hari
Sejuk menerpa sela perak mentari
Kupu hitam kuning terbang menyambut
kitari kepala kanan kiri dan ujung rambut
Loncat dari hijau ke hijau lain
Ajakku tuk bermain
Doa
DOA. Dulu waktu saya kecil kadang heran saat saya tidak enak badan atau sakit mama/ papa sering minta saya minum ini atau itu yg bukan obat dokter. Beberapa kali hanya diminta minum air putih yang banyak, dan badan langsung jadi enakan atau malah sembuh. Sekarang ketika saya sendiri menjadi seorang ayah, saya baru benar-benar paham mengapa itu terjadi. Bukan minuman itu mujarab atau papa/mama ahli kedokteran tetapi karena disetiap usulan selalu disertai doa yang dengan tulus dipanjatkan demi kebaikan dan kesembuhan sang buah hati.
Tuesday, 28 October 2014
Celaka
CELAKA. Kemarin terjadi kecelakaan di pabrik yang menyebabkan robeknya lengan salah seorang operator. Konon kabarnya 88 persen kecelakaan terjadi karena ‘unsafe action’ tindakan sendiri yang memang tidak aman, misalnya ngebut atau zig-zag di jalan raya. Lalu disusul 10 persen kecelakaan yang terjadi karena ‘unsafe condition’ antara lain: lantai yang licin. Nah, sisanya 2 persen memang kecelakaan yang terjadi karena di luar kemampuan kita untuk mengantisipasikannya. Kadang saya berpikir bahwa manusia jatuh ke dalam dosa juga karena kondisi-kondisi seperti itu.
Rata-rata
RATA-RATA. Dalam statistik selalu dikenal nilai rata-rata. Dalam penyusunan laporan baik bulanan maupun tahunan juga selalu muncul nilai rata-rata ini. Dalam konteks pribadi, kita dapat menghitung penghasilan rata-rata setahun, maupun pengeluaran rata-ratanya. Lalu apa gunanya itu semua? Kebanyakan orang tidak mampu menjawab tuntas. Nilai rata-rata sebetulnya diperlukan agar kita dapat menentukan target lebih daripadanya. Lebih banyak atau lebih sedikit, tergantung konteksnya. Katakan TIDAK! pada rata-rata.
Monday, 27 October 2014
Bahasa
BAHASA. Memperingati Hari Sumpah Pemuda seorang kawan mengaku di akun facebooknya bahwa dia tidak sreg mengungkapkan salam dalam bahasa asing tertentu. Ia sangat menghargai sumpah para pemuda 86 tahun lalu. Saya jadi teringat betapa kita menjadi terlalu bangga bila mampu berbahasa asing. Padahal selayaknya kita berbangga diri ketika Bahasa Indonesia lah yang dipakai di ajang internasional. Selamat Hari Sumpah Pemuda!
Subscribe to:
Posts (Atom)