Selamat Datang
Salam damai sejahtera dari kami untuk para pembaca sekalian. Blog ini mulai kami buat di awal tahun 2010 dengan tema Melangkah Bersama Tuhan. Nama Blog ini sesuai dengan harapan dan komitmen kami untuk menjalani tahun 2010 bersama dengan Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, dan menciptakan manusia sebagai umat kemuliaan-Nya.
Kami akan menyajikan renungan-renungan yang kami buat sendiri berdasarkan pengalaman pribadi, pendengaran dari orang lain yang diolah, maupun dari bacaan-bacaan yang kami dapat.
Selamat membaca, dan semoga membawa berkat bagi Anda semua.
Salam dari kami,
Julianto Djajakartika
Kami akan menyajikan renungan-renungan yang kami buat sendiri berdasarkan pengalaman pribadi, pendengaran dari orang lain yang diolah, maupun dari bacaan-bacaan yang kami dapat.
Selamat membaca, dan semoga membawa berkat bagi Anda semua.
Salam dari kami,
Julianto Djajakartika
Tuesday, 28 October 2014
Celaka
CELAKA. Kemarin terjadi kecelakaan di pabrik yang menyebabkan robeknya lengan salah seorang operator. Konon kabarnya 88 persen kecelakaan terjadi karena ‘unsafe action’ tindakan sendiri yang memang tidak aman, misalnya ngebut atau zig-zag di jalan raya. Lalu disusul 10 persen kecelakaan yang terjadi karena ‘unsafe condition’ antara lain: lantai yang licin. Nah, sisanya 2 persen memang kecelakaan yang terjadi karena di luar kemampuan kita untuk mengantisipasikannya. Kadang saya berpikir bahwa manusia jatuh ke dalam dosa juga karena kondisi-kondisi seperti itu.
Rata-rata
RATA-RATA. Dalam statistik selalu dikenal nilai rata-rata. Dalam penyusunan laporan baik bulanan maupun tahunan juga selalu muncul nilai rata-rata ini. Dalam konteks pribadi, kita dapat menghitung penghasilan rata-rata setahun, maupun pengeluaran rata-ratanya. Lalu apa gunanya itu semua? Kebanyakan orang tidak mampu menjawab tuntas. Nilai rata-rata sebetulnya diperlukan agar kita dapat menentukan target lebih daripadanya. Lebih banyak atau lebih sedikit, tergantung konteksnya. Katakan TIDAK! pada rata-rata.
Monday, 27 October 2014
Bahasa
BAHASA. Memperingati Hari Sumpah Pemuda seorang kawan mengaku di akun facebooknya bahwa dia tidak sreg mengungkapkan salam dalam bahasa asing tertentu. Ia sangat menghargai sumpah para pemuda 86 tahun lalu. Saya jadi teringat betapa kita menjadi terlalu bangga bila mampu berbahasa asing. Padahal selayaknya kita berbangga diri ketika Bahasa Indonesia lah yang dipakai di ajang internasional. Selamat Hari Sumpah Pemuda!
EGO
EGO. Headline Kompas hari ini memuat salah satu arahan Presiden Joko Widodo kepada para menterinya untuk melepas ego sektoral. Ego, dalam banyak hal membuat saya membentengi diri sehingga enggan mendengar pendapat orang lain. Ego dalam banyak hal juga membuat saya cuek terhadap perubahan kalau itu tidak menyenangkan. Di sisi lain, pelepasan ego membuat saya jadi rendah hati dan mampu merunduk mendengar suara dari bawah. Pelepasan ego juga membuat saya lebih bebas berkarya dan bersahabat dengan siapa saja. Pelepasan ego mendorong sikap inklusif, bak Allah yang memberikan matahari dan menurunkan hujan kepada siapa saja.
Lingkungan
LINGKUNGAN. Tiga hari lalu saya diajak jalan oleh seorang sahabat melewati danau Cipondoh, Tangerang. Dia bercerita bahwa suatu saat dia membeli ikan besar hasil tangkapan dari danau tersebut. Namun ketika ikan tersebut dimasukkan ke dalam kolam di rumahnya, beberapa kali tetangga yang menemukan ikan tersebut di jalan. Sebaliknya, saat dia memelihara ikan yang dari kecil berada di kolamnya, ia awet dan tenang hingga sebesar ikan dari danau. Lingkungan memang sangat menentukan perilaku ikan-ikan tersebut.
Sunday, 26 October 2014
Status BBM
STATUS BBM. Hingga pertengahan bulan Oktober ini status bbm anak saya berbunyi: merdeka itu bangga bergandengan tangan dalam perbedaan. Status itu muncul sejak ibadah kemerdekaan tanggal 17 Agustus lalu. Dalam satu konteks, kita sangat menghargai perbedaan, bak harmoni yang muncul dalam sebuah konser dengan berbagai macam alat musik. Namun dalam konteks yang lain keseragaman juga patut diacungi jempol, ketika barisan mampu melangkah seragam dalam satu derap yang pas, misalnya. Ke duanya patut kita junjung dalam konteksnya masing-masing.
Kerja
KERJA. Hari ini pelantikan kabinet baru bentukan Jokowi-JK yang diberi nama Kabinet Kerja. Kemarin ketika saya menonton pengumuman para menteri kebinet ini saya sempat terheran ketika Jokowi kelihatan menggulung lengan bajunya dan tidak memakai pakaian resmi seperti layaknya sebuah acara kepresidenan. Saya lihat para menteri yang dipanggil pun serupa, semua menggulung lengan bajunya. Pagi ini baru saya sadar bahwa itu adalah simbol yang sengaja dibuat oleh Jokowi. Simbol semangat dan kesediaan untuk bekerja. Selamat berkarya!
Subscribe to:
Posts (Atom)