Selamat Datang
Salam damai sejahtera dari kami untuk para pembaca sekalian. Blog ini mulai kami buat di awal tahun 2010 dengan tema Melangkah Bersama Tuhan. Nama Blog ini sesuai dengan harapan dan komitmen kami untuk menjalani tahun 2010 bersama dengan Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, dan menciptakan manusia sebagai umat kemuliaan-Nya.
Kami akan menyajikan renungan-renungan yang kami buat sendiri berdasarkan pengalaman pribadi, pendengaran dari orang lain yang diolah, maupun dari bacaan-bacaan yang kami dapat.
Selamat membaca, dan semoga membawa berkat bagi Anda semua.
Salam dari kami,
Julianto Djajakartika
Kami akan menyajikan renungan-renungan yang kami buat sendiri berdasarkan pengalaman pribadi, pendengaran dari orang lain yang diolah, maupun dari bacaan-bacaan yang kami dapat.
Selamat membaca, dan semoga membawa berkat bagi Anda semua.
Salam dari kami,
Julianto Djajakartika
Tuesday, 28 February 2017
Rabu Abu
RABU ABU. Beberapa tahun lalu, pernah saya tanyakan kepada anak-anak Sekolah Minggu, apa itu Rabu Abu. Mereka hampir serempak menjawab, “Dahi dikasih abu.” Yah, begitulah anak-anak. Tanda lahiriah yang kasatmata penting bagi mereka. Di zaman Alkitab juga banyak tanda-tanda lahiriah sepertu duduk di abu, mengoyak pakaian, menabur abu di kepala dan sebagainya. Semuanya menunjukkan baik kesedihan, duka cita ataupun pertobatan. Namun tanda lahiriah saja tidaklah cukup. Yang tampak dari luar seharusnya mencerminkan yang di dalam. Oleh karenanya Tuhan melalui Yoel memberi pengertian lebih dalam akan bagaimana seharusnya mewujudkan sebuah pertobatan, “Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. “ (1 Maret 2017)
Friday, 13 January 2017
Kindness
KINDNESS. Sepengetahuan saya kalimat Practice random acts of kindness pertama kali ditulis oleh Anne Herbert pada tahun 1982. Sejak saat itu kata-kata itu menjadi sangat populer di kalangan pengguna Bahasa Inggris. Melakukan kebaikan memang perlu walaupun kecil-kecil dan dilakukan secara acak. Buahnya barangkali baru akan kelihatan bertahun kemudian. Kisah ini salah satu contohnya. Suatu hari seorang janda bersikeras ikut mertua perempuannya pulang ke tanah leluhur. Sesampainya di tempat leluhur mertuanya, ia bekerja keras untuk menghidupi mertua dan dirinya sendiri. Tanpa disadari ada orang yang selalu memperhatikan mereka. Seorang pemuda ternama dan kaya. Ia dengan sengaja meminta orang-orangnya untuk menyisakan bulir-bulir jelai agar dapat dipungut sang janda untuk kehidupannya. Ketika akhirnya janda itu mengetahui kebaikan hati pemuda itu, sujudlah ia menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya, "Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?" Pemuda itu menjawab, "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal. TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung." Anda tahu siapa janda itu? Siapa ibu mertuanya, dan siapa pemuda itu? (13 January 2017)
Thursday, 12 January 2017
Pencobaan
PENCOBAAN. Beberapa hari lalu saya membaca sebuah renungan yang di dalamnya mencantumkan poin-poin tentang pencobaan menurut versi seorang Pastor bernama Dan Reiland. Pastor ini mengatakan bahwa paling tidak ada 4 pencobaan yang paling kuat mengganggu manusia, saya tulis dalam bahasa aslinya: Pressure Temptation, Power Temptation, Purity Tempatation, People Temptation. Sayang tidak ada penjelasan lebih lanjut atas pengertian dari masing-masing pencobaan. Tidak apa. Saya akan mencoba melakukan interpretasi sendiri atas empat macam pencobaan tersebut. Pressure Temptation bisa berarti tekanan hidup yang saya alami sepanjang hari. Apakah saya mampu bertahan atau lari dari kenyataan. Apakah saya mampu mencari jalan keluar atau malah meledak. Power Temptation kalau tidak tahan biasanya berujung pada penyalahgunaan kekuasaan dan wewenang. Contoh paling gampang adalah korupsi. Selain daripada itu penyalahgunaan kekuasaan bisa juga terjadi antara suami dan istri, antara orang tua dan anak, antara senior dan yuniornya. Purity Temptation terkait dengan kemampuan diri untuk tidak menodai kesucian, kekudusan. Baik itu tubuh maupun pikiran dan hati. People Temptation bisa jadi terkait keinginan kita untuk lebih memperhatikan kehendak manusia ketimbang kehendak-Nya. Bisa juga lebih mengagungkan manusia daripada memuliakan Allah. (12 January 2017)
Monday, 6 June 2016
Sahabat
SAHABAT. Suatu hari seseorang bertanya kepada Ali bin Abi Tholib ra, “Ya Ali, kulihat sahabat-sahabatmu begitu setia sehingga mereka banyak sekali, berapakah sahabatmu itu?” Ali bin Abi Tholib ra menjawab, “Nanti akan kuhitung setelah aku tertimpa musibah.” Sebuah jawaban yang menancap tegas bahwa banyak orang menjadi sahabat di kala suka dan pergi di kala duka. Hanya mereka yang tetap ada di samping kita saat duka melanda itulah sahabat yang memang perlu diperhitungkan. Selamat menjalani ibadah puasa, dan tetaplah setia menjadi sahabat bagi sesama. (6 June 2016)
Thursday, 2 June 2016
Pagi
PAGI. Jalan tikus yang ku lalui setiap pagi memang sempit. Hanya cukup untuk satu mobil dan satu motor saja. Pagi tadi saat mobilku mendekati ujung jalan tikus, terlihat seorang nenek tua berdiri merapatkan badannya ke dinding sebuah rumah sambil tangannya menggapai tak jelas. Saya menduga ia ingin menyeberang, maka saya perlambat laju mobil sampai se lambat-labatnya. Nenek itu bergeming dan tangannya tetap melambai-lambai. Akhirnya saya putuskan untuk berhenti total. Ku beri isyarat mempersilakan nenek itu lewat. Motor paling depan yang berlawanan arah denganku juga memberi isyarat kepada kawan-kawannya untuk menghentikan kendaraannya. Ku lihat nenek itu melangkah gontai ke sisi jalan yang lain. Setelah saya melihat posisinya aman, saya mulai menjalankan mobil. Ujung mataku melirik pemotor di depan, dia pun melirik ke arahku. Kami sama-sama tersenyum. Pagi yang indah. (1 June 2016)
Wednesday, 1 June 2016
Pancasila
PANCASILA. Hari ini tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari kelahiran Pancasila. Tadi pagi, dalam bincang-bincang di radio, seorang tokoh GP Ansor bicara bahwa Pancasila adalah sebuah ‘jalan pulang’. Istilah ini segera menarik perhatianku dan saya segera manggut tanda setuju. Jika sekarang ini kebanyakan masyarakat Indonesia sudah tersesat oleh berbagai ideologi: ada konsumerisme, ada humanisme dan berbagai ‘isme’ yang lain, maka Pancasila sebagai sebuah ideologi dasar kebangsaan yang murni dari Indonesia, boleh dianggap sebagai jalan pulang. Pulang ke pangkuan ibu pertiwi. Hidup dan menghidupi Indonesia dengan beriman kepada Tuhan yang Maha Esa, mengasihi sesama manusia, menyatu demi bangsa Indonesia, tak sombong dan hidup merakyat….bersama rakyat sambil mendorong perilaku adil di tiap tempat kaki berpijak. ( 1 June 2016)
Tuesday, 24 May 2016
Negativistik
NEGATIVISTIK. Suatu pagi, dekat kantor anak saya seorang perempuan muda bermotor diserempet pemotor lain dan jatuh tepat di samping mobil saya. Beruntung saya dapat segera menghentikan laju kendaraan. Karena pintu terganjal motor saya buka kaca jendela. Bersamaan dengan itu, seorang petugas keamanan datang membantu perempuan itu berdiri sambil berkata, “Hati-hati naik motor mbak.” Mendengar kata-kata itu dengan wajah asam dia menjawab, “Saya kan diserempet pak. Bapak jangan gitu dong…!” Ucapan petugas keamanan dimaknai secara negatif sebagai ungkapan menyalahkan keteledorannya naik motor. Mungkin perempuan itu banyak menyimpan luka hati. Mungkin perempuan itu terlalu sering dicerca dan dipersalahkan. Mungkin perempuan itu tidak memiliki teman berbagi perasaan. Mungkin perempuan itu……… (24 May 2016)
Monday, 21 March 2016
Menang
MENANG. Sabtu pagi. Waktu menunjukkan pukul 08:55. Saya hendak menghadiri sebuah seminar yang dijadwalkan mulai pada pukul 09:00, namun tenggorokan serasa tidak enak. “Saya harus beli vitamin C,” pikirku singkat. Setengah berlari saya masuk ke toko terdekat. Saya ambil vitamin C dan segera menuju kasir. Uuffss…antrian cukup panjang. Sambil masuk di antrian paling belakang saya melihat ada seorang perempuan agak kebingungan dan mengambil tempat antri yang salah. Sementara antrian berjalan maju, perempuan tersebut terus berdidi di tempatnya semula. Di wajahnya terlihat perasaan ragu. Hatiku bergetar, otakku berputar. Dia datang terlebih dahulu….. Waktu seminar tinggal semenit lagi. Dan tinggal seorang lagi di depan kasir. “Mbak, silahkan masuk.” Aku persilahkan dia maju di depanku. Sontak dadaku terasa hangat. Aku tersenyum lega. Aku menang! (19 March 2016)
Wednesday, 9 March 2016
War Room
WAR ROOM adalah judul sebuah film rohani yang saya tonton kemarin bersama keluarga. Seorang kawan berbaik hati meminjamkan film tersebut dengan embel-embel “bagus lho.” Saya janji akan menontonnya di akhir minggu kemarin tetapi gagal karena banyaknya kegiatan yang harus dilakukan. Kemarin, bertepatan dengan GMT (gerhana matahari total) dan libur hari raya Nyepi saya jadi punya cukup waktu untuk menonton. Tema yang diusung sebetulnya sederhana “pertobatan” namun sutradara sungguh pandai menjalin cerita dan menyusun konflik demi konflik yang mengaduk emosi penonton.
Alkisah ada sebuah keluarga yang hampir pecah, Tony, Elizabeth istrinya dan Danielle anak perempuan satu-satunya. Tony dan Elizabeth berkonflik berat. Mereka sudah sama-sama tersakiti dan menjurus ke putus asa. Anaknya tentu kena imbas. Namun dengan cara-Nya, Allah menghadirkan seorang malaikat, Clara. Seorang janda veteran. Ia telah melewati masa sulit penuh penderitaan namun berhasil memenangkan pertempuran. Singkat cerita, Clara bertemu Elizabeth yang membantu menjualkan rumahnya. Di setiap pertemuan inilah Clara kemudian mengajarkan bagaimana menghadapi situasi sulit dalam keluarganya. Salah satu caranya adalah dengan menyediakan War Room, sebuah closet yang diubahfungsikan menjadi tempat doa. Di ruang itulah, air mata dicucurkan, emosi dilepaskan dan doa dipanjatkan. Elizabeth akhirnya menyadari bahwa Tony bukanlah musuh. Lawan sebenarnya adalah si jahat. Dialah sang penipu, sang pencuri yang mengambil damai sejahtera dalam kehidupannya. Allah yang maha pendengar perlahan memulihkan kondisi keluarga Elizabeth hingga menjadi pemenang. Pesan Clara di akhir cerita “carilah orang lain, keluarga lain dan ajarkanlah bagaimana berperang dan menang.”
Film ini mengajarkan bahwa sering manusia salah menentukan siapa musuhnya hingga berakibat salah menentukan strategi perang dan perlengkapan senjata perang. (10 March 2016)
Wednesday, 2 March 2016
Ngeri
NGERI. Ruangan itu entah kenapa hanya menampilkan warna kelabu. Lampunya temaram. Tak banyak yang lalu lalang. Beberapa terlihat duduk berjauhan. Heran. Semua berpakaian serba hitam. Semua orang kelihatan gelisah. Tak ada yang tersenyum. Sunyi… sepi…. Mata mereka nanar mencari-cari sesuatu. Mulai kurasakan ada yang tidak beres. Ada apa di tempat ini!? Waktu merayap sangat lambat. Tiba-tiba tangan dan kakiku terasa sangat berat. Sedetik kemudian entah darimana menerobos masuk seekor anjing hitam. Benar-benar hitam kelam. Matanya memandang tajam ke arahku. Kilau hijaunya perlahan berubah menjadi coklat lalu merah, darah!! Sambil menggeram ia melangkah perlahan mendekat. Kurasakan sesuatu yang dingin mengalir di seputar leher belakang. Bulu kuduk meremang. Dengan sekuat tenaga aku angkat genggaman tangan sementara orang banyak lekat menatapku. Saat beberapa mulai berdiri, tiba-tiba angin berhembus kencang. Asap hitam menggumpal memekat pandangan. Nafasku sesak. Anjing hitam itu menyalak keras lalu melompat. Sedikit menghindar aku pegang lehernya, giginya yang tajam berusaha merobek lenganku. Dengan kuat aku pegang rahangnya, darah mengalir di telapak tanganku. Darahku dan darah anjing hitam itu bercampur. Aku mulai kehilangan udara bersih, nafasku tersengal-sengal. Orang banyak berdiri berjalan bergoyang-goyang. Tangannya menggapai-gapai ke atas, mulut bergumam tidak keruan. Lututku lemas, ketakutan mengalir deras dalam dada, jantung berdegub keras sekali, aku hendak berteriak namun kerongkongan tercekat. Tak sanggup aku melakukan sesuatu. Dalam hati aku nyanyikan “Dalam Nama Yesus, dalam Nama Yesus, ada kemenangan. Dalam Nama Yesus, dalam Nama Yesus, iblis dikalahkan….. Saat itulah aku terbangun. Nafasku masih tersengal, keringat membasahi dahi dan leherku. Waktu menunjukkan pukul 2:30 pagi. (2 March 2016)
Monday, 29 February 2016
Perasaan
PERASAAN. Kang Emil, walikota Bandung saat ini akhirnya resmi menyatakan tidak ikut dalam pemilihan DKI-1 tahun depan. Pernyataannya yang saya baca di Facebook sungguh menyejukkan, khususnya kalimat-kalimat ini: “Saya ingin bahagia tanpa mencederai. Saya ingin menang tanpa melukai.” Siapa yang dicederai? Siapa yang dilukai? Tidak lain adalah mereka yang mati-matian telah mendukung dia menjadi walikota. Para relawan, masyarakat Bandung dan khususnya sang ibunda. Kang Emil harus menyelesaikan tugasnya hingga paripurna di kota kembang, Paris van Java. Kisah ini membuka mata saya. Mengejar karir itu penting di satu sisi namun ada sisi lain yang juga tak layak diabaikan; mereka yang dengan setia menolong, membantu kita dengan apa saja yang mereka punya: tenaga, waktu dan doa. (29 February 2016)
Sunday, 28 February 2016
Satu
SATU. Suatu pagi istriku membuat jus terong belanda, sebuah jus yang baru kukenal setelah makan di sebuah restoran Padang. Sambil menyiapkan segala sesuatunya dia berkata bahwa 3 buah terong tidak terlalu bagus, masih agak muda, tetapi ada satu buah yang baik, matang dan manis. Setelah selesai dan dicicip dia bilang, “Wah…enak. Diselamatkan oleh yang satu buah.” Saya ikut menegaskan, “Satu menyelamatkan semua ya?!” Alkitab juga mencatat hal senada bahwa “oleh karena satu orang, semua orang telah jatuh ke dalam dosa, namun oleh karena satu Orang juga, semua orang yang percaya beroleh keselamatan.” Barangkali kebanyakan orang hanya mengenal pepatah “oleh karena nila setitik rusak susu sebelanga” namun kurang meresapi bahwa “sebab Darah setitik pengampunan diberikan kepada semua.” Puji syukur kapada Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus. (29 February 2016)
Tuesday, 23 February 2016
Maaf
MAAF. Saya tersentak kala engkau mengajak jemaat menyebut satu nama yang pernah tersakiti, seiring engkau naikkan Doa Bapa Kami. Tidak ada! Tidak ada satu nama itu kecuali namanya. Orang paling dekat denganku paling sering aku sakiti. Di akhir ibadah, aku terima berkat sulungmu dengan tangan terbuka dan mata berkaca, “Kiranya Allah Tritunggal memberkati engkau dan melimpahi engkau: dengan pelangi di setiap badai; dengan senyuman di setiap air mata; dengan janji di setiap kegalauan; dengan berkat di setiap pencobaan; dengan kehadiran para sahabat dalam setiap pergumulanmu dan dengan jawaban dalam setiap doamu. Hosiana!” Engkau tidak lagi rapuh sobat, meski engkau tetap menganggapnya demikian. (22 February 2016)
Thursday, 18 February 2016
SULIH
SULIH. Sudah beberapa kali saya menerima terjemahan atas ucapan-ucapan terakhir Steve Jobs, bos nya Apple sewaktu terbaring tak berdaya di ranjang Rumah Sakit. Baru sekarang saya dapat yang aslinya. Terasa lebih tajam dan menyentuh. Namun di bagian akhir kalimatnya “… You can employ someone to drive the car for you, make money for you but you cannot have someone to bear the sickness for you…” menyadarkan saya kembali. Steve mungkin lupa bahwa ADA seseorang yang mau, bersedia, rela menanggung sakit kita. Yesaya mencatat, “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.” Selamat memaknai masa prapaskah. (19 February 2016)
Monday, 1 February 2016
Syukur
SYUKUR.
Tetes-tetes madu mulai kau kucurkan
Lagu-lagu merdu mulai kau dendangkan
Bahagiamu mulai kau tularkan
Syukurku mulai ku rasakan
Semoga tak kan terhenti
Semoga tak terganti
Pada-Mu ada semua yang ku alami
Waktu malam larut sebelum lelap meraup
Fajar lagi, indah, bersama burung berbagi.
(2 February 2016)
Monday, 25 January 2016
Bahagia 7
BAHAGIA 7. Sebuah acara televisi dua minggu lalu mencoba menekankan pentingnya perencanaan sebab kondisi kita saat ini adalah akibat keputusan di masa lampau, dan kondisi kita di masa mendatang adalah hasil dari keputusan kita s e k a r a n g! Orang yang bahagia adalah mereka yang tidak tenggelam di masa lalu maupun terbuai mimpi masa depan. Berbekal pemahaman seperti itu saya mencoba menikmati kondisi saat ini dan hidup disini. Mencoba membuat rencana agar mimpi di masa depan dapat diraih. Saya akan membekali diri dengan apa-apa yang perlu, sambil membangun kebiasaan positif dalam keseharian. Kegembiraan dalam keseharian hidup inilah yang membuat badan sehat, pikiran jernih dan hati bahagia. Tentu tidak ada yang sempurna. Suatu saat saya memang harus berenang juga di air keruh, tetapi yang penting seberapa lama saya tetap disitu dan seberapa cepat saya segera keluar. (selesai – 25 January 2016)
Thursday, 14 January 2016
Bahagia 6
BAHAGIA 6. Hari ini terjadi pengeboman bunuh diri di seputar Sarinah, Jakarta. Dengan cepat berita menyebar kemana-mana. Grup Whatsapp dan BBM tiba-tiba menjadi ramai. Berita dengan gambar dan bumbu tidak jelas pun ikut serta beredar dan membuat suasana makin mencekam. Lalu muncul himbauan agar jangan terpancing dengan rasa takut. Meski tetap harus bersikap hati-hati, perasaan takut yang disebarkan “orang lain” dapat mengganggu ketenangan batin. Saya setuju. Juga saat menatap masa depan. Agar tetap bahagia orang harus dapat membedakan antara m e r a s a takut/kuatir atau h i d u p dalam rasa takut/kuatir itu di kesehariannya. Orang-orang bahagia mampu membalik rasa takut/kuatir-nya, tanpa harus tenggelam di dalamnya, menjadi sebuah tindakan pencegahan. Saya sedang berusaha untuk itu. (14 January 2016)
Monday, 11 January 2016
Bahagia 5
BAHAGIA5. Dalam pabrik tempat saya bekerja, sistem produksi dibuat sedemikian rupa agar dihasilkan produk yang sesuai dengan perjanjian yang dibuat bersama pelanggan. Bukan hanya itu saja, sistem ini didokumentasikan agar siapa saja yang mengerjakan, asal tidak keluar dari pakem yang ada, bisa dipastikan mengeluarkan hasil yang sama atau paling tidak serupa. Sayangnya prinsip yang sama tidak dapat diterapkan begitu saja dalam menjalani hidup. Apa yang sudah saya persiapkan dan latih dengan baik belum tentu akan menghasilkan produk kehidupan yang baik. Hampir selalu saja ada gangguan yang membuatnya cacat di tengah jalan. Hidup memang bukan mesin. Tujuan hidup memang harus saya usahakan untuk dicapai namun hasilnya sama sekali di luar kendali saya. Kuncinya, agar saya tetap bahagia, barangkali adalah tetap fokus pada tujuan namun juga terbuka terhadap kemungkinan perubahan. (11 January 2016)
Thursday, 7 January 2016
Bahagia 4
BAHAGIA4. Hidup saya akan terus-menerus sengsara kalau saya juga terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain. Pepatah bicara bahwa “rumput tetangga kelihatan lebih hijau” itu bukan dimaksudkan agar saya jadi iri dan lalu membenci tetangga saya. Saya juga tidak percaya bahwa rejeki atau anugerah atau berkat atau apapun namanya dari Tuhan itu sudah dipatok, ada jatahnya sehingga manusia mesti berebut mendapatkannya. Sekali orang lain dapat, saya bisa tidak dapat. Yang saya percaya adalah bahwa anugerah Tuhan itu selalu cukup untuk semua orang yang mau mengusahakan dan meraihnya. Jadi kalau pun sekian miliar penduduk dunia ini bersama-sama bekerja dengan baik dan rajin Tuhan tetap tidak akan kelabakan untuk menyediakan berkat dan anugerah-Nya. Bagus memang melihat kelebihan orang lain, bukan untuk menjadi iri hati, namun demi memompa semangat untuk menjadi lebih baik, lebih berdayaguna. (8 January 2016)
Wednesday, 30 December 2015
Bahagia 3
BAHAGIA3. Saya tidak akan bahagia kalau saya menutup mata pada yang baik, yang bagus, yang indah dan hanya memandang tajam kepada yang buruk, yang salah, yang tercela. Kenapa kita diberi dua mata? Yang satu untuk melihat sisi buruk sementara satu lagi untuk melihat sisi baik. Kedua mata sama-sama terbuka dan dipakai. Begitu ilustrasi tulisan yang saya baca. Hari Minggu lalu saat ibadah saya melihat hiasan mimbar yang seharusnya simetris kiri dan kanan ada yang terlepas di sisi kanan jemaat hingga terlihat janggal. Karena ibadah sudah keburu dimulai, saya mencoba mencari “hal baik” apa yang dapat saya nikmati. Saya menemukan tumpukan buku dari perpustakaan gereja yang disusun mirip pohon, diberi hiasan dan lampu kelap-kelip. Kreatif dan indah sekali! Meskipun saya sadar bahwa dunia ini penuh dengan hal-hal buruk, salah dan tidak pada tempatnya, saya berusaha untuk menyeimbangkan pikiran dengan hal-hal lain yang baik, yang indah dan bermakna. (30 December 2015)
Subscribe to:
Posts (Atom)